Monday, March 17, 2014

Inbok Dari Ayah

Pertama kali baca tulisan ini, langsung merasa bersalah! Astaghfirullah..

Seorang pemuda duduk di depan laptopnya. Login facebook. Pertama yg dia cek adalah inbox.Hari ini dia lihat sesuatu yg tidak diperdulikan selama ini. Bagian ‘OTHER’ di inboxnya. Ada dua pesan. Pesan pertama,spam. Pesan kedua, dia membukanya. Ternyata pesan 3 bulan yang lalu.Dia baca isinya:

“Salam. Ini kali pertama ayah coba menggunakan facebook. Ayah juga tidak terlalu paham benda ini. Ayah coba kirim pesan ini ke kamu. Maaf, ayah tidak pandai mengetik. Ini pun kawan ayah yang mengajarkan.Ingatkah saat pertama kali kamu punya HP? Saat itu kamu kelas 4 MI. Ayah kasian semua anak-anak sekarang punya HP.Jadi, ayah hadiahkan pada kamu satu. Dengan harapan kamuakan telpon ayah kalau kamu mau cerita tentang masalahasrama, sekolah atau apa-apa saja. Tapi, kamu hanya telponayah seminggu sekali. Tanya tentang uang makan dan jajan.Ayah berpikir juga, isi ulang pulsa 100 ribu tapi telpon ayah tidak sampai 5 menit. Sudah habiskah pulsanya?Saat kamu kecil dulu, ayah masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik panggil, ‘Ayah, ayah, ayah’. Ayah bahagia sekali anak lelaki ayah panggil ayah. Panggil Umi.Ayah senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamumungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang ayah ucapkandi umur kamu 4 atau 5 tahun.Tapi, percayalah. Ayah dan Umi bicara dengan kamu banyaksekali. Kamulah penghibur kami di saat kami berduka. Walaupun hanya dengan gelak tawamu.
Saat kamu masuk MI. Ayah ingat kamu selalu bercerita dengan ayah ketika membonceng motor dengan ayah setiap pergi dan pulang sekolah. Banyak yang kamu ceritakan pada ayah.Tentang ibu guru, sekolah, teman-teman. Ayah jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Ayah mana yang tidak gembira kalau anaknya suka ke sekolah untukbelajar. Ketika kamu masuk MTs. Kamu mulai punya kawan-kawan baru. Kamu pulang dari sekolah, kamu langsung masuk kamar.Kamu keluar pas waktu makan saja. Kamu keluar rumah dengan kawan-kawanmu. Kamu mulai jarang bercerita dengan ayah. Kamu pandai. Akhirnya masuk asrama di Aliyah. Di asrama, jarak antara kita makin jauh. Kamu mencari kami saat perlu.Kamu biarkan kami saat tidak perlu.Ayah tahu, naluri remaja. Ayah pun pernah muda. Akhirnya,ayah tahu kalau ternyata kamu menyukai seorang gadis.Ketika masuk kuliah, sikap kamu sama saja dengan ketika diAliyah. Jarang hubungi kami. Sewaktu pulang liburan, kamusibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internetkamu, dengan dunia kamu.Ayah bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawanistimewa itu lebih penting dari Ayah dan Umi? Adakah Ayahdan Umi cuma diperlukan saat kamu mau nikah saja sebagaipemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?Akhirnya, kamu jarang berbicara dengan ayah lagi. Kalau punbicara, dengan jari-jemari. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, kamu tidak pulang liburan lagi.
Malam ini, ayah sebenarnya rindu sekali pada kamu. Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma ayah sudah terlalu tua. Ayah sudah di penghujung usia 60 an. Kekuatan ayah tidak sekuat dulu lagi. Ayah tidak minta banyak… Kadang-kadang, ayah cuma maukamu berada di sisi ayah. Berbicara tentang hidup kamu.Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu.Menangis pada ayah. Mengadu pada ayah. Bercerita padaayah seperti saat kamu kecil dulu. Apapun. Maafkan ayah atas curhat ayah ini. Jagalah solat. Jagalahhati. Jagalah iman. Mungkin kamu tidak punya waktu berbicaradengan ayah. Namun, jangan sampai kamu tidak punya waktuberbicara dengan Allah. Jangan letakkan cinta di hati padaseseorang melebihi cinta kepada Allah.
Mungkin kamu mengabaikan ayah. Namun jangan kamu mengabaikan Allah.Maafkan ayah atas segalanya.”

Pemuda meneteskan air mata. Dalam hati perih tidak terkira.Bagaimana tidak, tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya.

sumber : dapat status facebook teman & https://www.facebook.com/note.php?note_id=815498048464024

No comments:

Post a Comment