Saturday, February 17, 2024

Kisah: Fondasi Kokoh untuk Membentuk Karakter Iman

Kisah bukan sekadar cerita pengantar tidur. Di balik alur dan karakternya, kisah menyimpan kekuatan luar biasa dalam membentuk karakter iman seseorang. Sejak peradaban awal, kisah telah menjadi alat edukasi yang ampuh untuk menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual.

Mengapa kisah begitu penting dalam pendidikan karakter iman?

  1. Menyentuh Emosi: Kisah mampu menarik perhatian dan membangkitkan emosi. Tokoh dan peristiwa yang diceritakan dapat menumbuhkan rasa empati, simpati, dan bahkan inspirasi. Emosi yang terhubung dengan kisah akan membekas lebih lama di hati dan pikiran.

  2. Menyampaikan Nilai: Kisah menjadi media yang ideal untuk menyampaikan nilai-nilai iman dengan cara yang mudah dipahami dan menarik. Nilai-nilai seperti kasih sayang, kejujuran, keberanian, dan keteguhan iman dapat dipelajari dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif.

  3. Meneladani Tokoh: Kisah menghadirkan teladan hidup melalui karakter-karakternya. Tokoh-tokoh inspiratif dalam kisah dapat menjadi panutan bagi anak-anak dalam mengembangkan karakter iman mereka.

  4. Mengembangkan Moral: Kisah dapat membantu anak-anak dalam memahami konsekuensi dari tindakan mereka. Dengan melihat bagaimana karakter dalam kisah menghadapi dilema moral dan konsekuensinya, anak-anak dapat belajar untuk membedakan yang benar dan yang salah.

  5. Memperkuat Keyakinan: Kisah-kisah inspiratif tentang iman dapat memperkuat keyakinan anak-anak dan membantu mereka untuk tetap teguh dalam menghadapi keraguan dan tantangan.

Bagaimana cara memanfaatkan kisah dalam pendidikan karakter iman?

  • Pilih kisah yang sesuai dengan usia dan tingkat perkembangan anak.
  • Ceritakan kisah dengan penuh semangat dan antusiasme.
  • Gunakan media visual seperti gambar atau video untuk menarik perhatian anak.
  • Ajak anak untuk berdiskusi tentang nilai-nilai yang terkandung dalam kisah.
  • Dorong anak untuk meneladani nilai-nilai positif dari kisah dalam kehidupan mereka.

Kisah adalah alat yang berharga dalam membentuk karakter iman anak-anak. Dengan memanfaatkan kisah dengan tepat, kita dapat membantu mereka untuk tumbuh menjadi pribadi yang beriman, bermoral, dan berbudi luhur.

Beberapa contoh kisah yang dapat digunakan untuk pendidikan karakter iman:

  • Kisah para nabi dan rasul
  • Kisah-kisah inspiratif dari sejarah Islam
  • Kisah-kisah tentang nilai-nilai moral seperti kasih sayang, kejujuran, dan keberanian
  • Kisah-kisah tentang kehidupan sehari-hari yang mengandung nilai-nilai iman

Mari kita jadikan kisah sebagai sahabat dalam mendidik anak-anak dan membangun generasi yang berkarakter iman yang kuat.

Wednesday, April 15, 2020

Buat panduan tugas


Friday, July 15, 2016

Bagaimana rasanya sudah lama tidak menulis?

Sebenarnya sih rasanya biasa-biasa saja. Tidak ada yang spesial dengan menulis maupun tidak menulis. Bedanya hanya ada atau tidak adanya karya. Dengan menulis berarti terciptalah sebuah karya yaang.. hmm.. bisa dikatakan biasa-biasa saja. Dengan tidak terciptanya karya karena tidak menulis pun tidak ada bedanya, tidak ada yang berubah, nothing’s changed. So what?


Oke, I dont know what to do. I just want to ketik-ketik doang. I dont care what I ketik-ketik. I wonder if it will be useful to others? Fvck off.

the end

Friday, August 28, 2015

JURUS ELANG MELUMAT RIBA

JURUS ELANG MELUMAT RIBA

Elang Gumilang, tidak berubah sejak 8 tahun lalu saya mengenalnya, tetap bersahaja.. Setiap yang keluar dari mulutnya selalu bermakna.
Sudah enam kali saya tidur sekamar dengannya, ketika dulu kami mengisi seminar bareng di berbagai kota. Ngobrol hingga larut malam, mendengar visinya tentang ekonomi Islam yang selalu membuat saya mendengkur duluan. Ilmunya melesat jauh di depan, visinya sudah 100 km ketika saya masih 1 km.

Tiap pagi di kamar dia yang minta ijin sholat dhuha duluan, khusuk diatas sajadah kecilnya. Sejak remaja sudah menempa hidupnya jualan donat, jualan minyak, sampai ketika kuliah IPB, tidak malu jualan lampu di kampusnya. Semua jadi ilmu yang menempa hidupnya.

Elang Gumilang, yang namanya ketika dipanggil sebagai pemenang pertama ajang bergengsi entrepreneur 2007, dia langsung sujud syukur di atas panggung, disaksikan 2000 lebih pasang mata di JCC, di usianya yang baru 22 tahun sudah berbisnis property dan membangun ratusan rumah sederhana untuk masyarakat bawah di Bogor.

Selalu menganggap dirinya orang kampung, ketika dulu harus tidur dipinggir sumur, bersebelahan dengan knalpot motor, akhirnya dia sering tidur di masjid agar dapat tempat yang lebih lega, sekaligus dia bisa mewakafkan waktunya disela kuliah membersihkan masjid.

Obrolan panjang kami berlanjut kemarin siang di kantornya yang megah di pinggiran kota Bogor.
"Sejak bisnis dulu saya mengandalkan hutang bank konvensional mas, bertahun-tahun gak terasa hutang saya 40 Milyar. Sebulan saya harus membayar 600 juta ke bank, dan hutang pokoknya hanya berkurang sebagian, selebihnya adalah bunga..." Dia mulai bercerita.
Saya mulai memasang frekuensi telinga di radar paling tinggi untuk menangkap semua ceritanya.
"Kita yang terus menggerakkan bisnis ini, susah payah, tapi ketika kita belum ada penjualan bank tidak mau tau, kita tetap dipaksa harus membayar. Setiap saya lihat laporan keuangan, hutang saya tidak berkurang banyak, beban bunganya justru makin bertambah"
Lanjutnya..
"Akhirnya saya memutuskan harus segera meninggalkan riba ini, mencari cara lain berbisnis tanpa hutang bank.."

Proses detailnya gimana Lang? Tanya saya
"Tidak semua langsung lunas mas, saya pun bertahap satu-satu.
Pertama: saya memindahkan hutang saya di Bank Syariah, dengan akad setiap bulan bunganya tidak lebih besar dari pokoknya, dan ternyata bisa, tiap bulan pokok hutang saya terus menurun"

Mmmmm...
"Kedua: saya mulai fokus menggenjot penjualan rumah saya mas, permintaan juga makin banyak, setiap ada pemasukan langsung buat ngelunasin hutang"

Mmm.. Yayaya, terus?
"Ketiga: Karena ijin sudah lengkap, tanah yang di akuisisi juga makin bertambah, ada tawaran akuisisi proyek dari Sedco Saudi Arabia senilai 270 Milyar mas, saya sudah tidak mau melibatkan bank. Lalu saya menerbitkan Sukuk (Obligasi Syariah) senilai 400 Milyar. Proyek Perumahan itu bisa senilai dua kali lipatnya kalo jadi nanti. Dan Allah benar-benar mudahkan mas, Garuda gabung membeli sukuknya 80 Milyar, Pertamina 90 Milyar dan lain-lain, sampai total modal 400 Milyar terkumpul, hutang saya di bank pun sudah lunas semua"

Wow! Gimana sistem bagi hasilnya Lang?
"Perjanjian sesuai DSN (Dewan Syariah Nasional) yaitu Sukuk Ijarah (Sewa), 14% dalam tempo 2 tahun. Kalo dengan pajak, biaya2 sekitar 20%. Jadi misal kalo Telkom membeli Sukuk saya 80 Milyar, tahun kedua akan mendapatkan 96 Milyar."

Kalo misal rugi dan tidak terbayar lang?
"Nanti asset dilelang mas, itulah adilnya sesuai syar'i, misal semua asset laku 600 Milyar, semua pembeli sukuk akan kebagian dari total 400 Milyar + 20%nya = 480 Milyar, yang sisanya 120 Milyar itulah asset perusahaan saya"

Mmmm.. Yayaya saya tambah ilmu lagi.
Saya membolak-balik laporan penilaian asset usahanya yang sudah dibuat dan dilaporkan OJK. Tiga tahun lalu masih diangka 11 digit, tahun ini assetnya sudah tembus 12 digit..

Saya tidak kaget..
Saya tidak iri..
Ini semua sudah seperti yang Elang katakan jauh-jauh hari kepada saya dulu.
"Mas baca deh Quran Ali Imran 26: Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

"Semua ini milik Allah mas, kerajaan ini milik Allah, saya hanya mengelola saja, dan sewaktu-waktu Allah akan ambil jika Allah berkehendak. Ketika saya mantap meninggalkan riba, Allah kasih jalan lain yang lebih baik, asset saya tidak berkurang, justru makin bertambah.."
Lanjut Elang.

Usianya masih 30 tahun sekarang, namun kemantapkan pola pikirnya sudah sangat matang.
Ketika godaan kemewahan yang datang melanda, berapa banyak pengusaha yang tergelincir ketika tidak mampu menahan hawa nafsunya.

Kami berjalan keluar, Elang mengajak saya ke lokasi satu perumahannya.
"Ini satu komplek termasuk rumah untuk saya dan keluarga saya mas, itu disana nanti rumah saya berdampingan dengan bapak ibu, masjid di tengah kompleks ini senilai 3 Milyar akan segera jadi mas, disana sudah siap sekolah untuk anak-anak yatim dan duafa, bagian belakang adalah tempat tinggal mereka. Sekarang 23 orang tinggal di rumah saya, besok kalo sudah jadi bisa menampung 100 anak disini semua"

Sore menjelang ketika saya belajar pada mantan penjual donat ini, wajahnya makin matang namun tetap bersahaja. Ternyata Sampai sekarang puasa senin kamis masih rutin dijalaninya. Jika dia mau, membeli Ferrari atau Lamborghini seharga 5 Milyar cash pun dia sanggup melakukannya.

Dia memilih cukup naik Honda CRV kemana-mana, hanya mobil biasa.. yang akan langsung berbelok ke masjid terdekat ketika panggilan adzan terdengar di telinganya..

@Saptuari

Monday, March 9, 2015

Berangkatlah

Dia terbiasa tilawah, membaca Al-Quran, selama 45 menit setelahpulang dari masjid. Lalu akhirnya dia membuka laptopnya untuk menuliskan sesuatu. Tampak dari raut mukanya rona kebingungan entah akan menulis apa. Hingga akhirnya... AAHA!! sebuah ide liar yang berlalu-lalang tidak jelas itu, ditangkapnya dan dibuat menjadi sesuatu yang bernilai.
Di sebuah pagi yang tentram, angin berhembus sepoi-sepoi membawa bulir-bulir embun agar orang merasakan dingin. Lalu tak sedikit orang yang baru bangun tidur akan berkata, “Bbrrr... dingiin..”. Begitulah hampir setiap  hari, angin sepoi-sepoi tak pernah gagal melakukan tugasnya.
Aku sedang duduk di sofa ruang tamu saat kamu membawakan secangkir cappucino hangat ke mejaku. Selimut tebal membaluti seluruh tubuhku, sebagai pertahanan terhadap dingin.
“Dingin na ari Da? Ba kain salimuik taba bagai baco buku. Minumlah kopi ko senek lu ah”
“Iyo sayang a, duduak lah diak sayang siko dakek uda. Bia angek stek. Haha”
“Beko lah uda, masak sarapan lah adiak ciek dulu yoh?”
“bekolah sarapan tu, ado ciek yang nio uda sampaian ka adiak”
Tanpa banyak komentar lagi kamu pun segera mendekat menujuku. Selimut yang kini kupakai mulai kulebarkan agar muat untuk dua orang. Aku pun meletakkan buku yang sedari tadi aku baca diatas meja, dan menggantinya dengan mengambil cappucino hangat itu.
“sluurrp”, cappucino hangat itu pun mulai kuteguk dengan nikmat, “ahh, nikmaat. manih nyo kopi ko ndak samanih senyuman adiak, dek apo diak sayang dari tadi cemberut se? Senyumlah stek dulu”
*tersenyum*
“haa, kan rancak kalau gitu, maniih. Kiss ciek lu”
“aaa aa, udaa”, kamu pun tersipu malu diiringi pukulan-pukulan kecil di dadaku.
“jan sadiah lo adiak lai, uda pai sabanta nyoh. Beko kan awak masih bisa ceting-cetingan lewat bbm, skype gai kan ado mah kok rindu”
“kalau masalah tu ndak usah uda ragu lai, adiak kan setia manunggu uda pulang dan manjago kehormatan keluarga awak”
“Alhamdulillah, tapi bantuak masih ado nan tagantuang nan ka adiak sampaian ka uda. Uda liyek adiak ragu-ragu manyampaiannyo. Apolah tu gerangan? Sampaikanlah ka uda kini”
“nah itulah tantanganyo kini, sabananyo lah lamo ka adiak caritoan ka uda lai, tapi barek rasonyo ka bacarito. Jo pertimbangan bahsonyo mangabdi ka suami labiah utamo, jadi ndak ado adiak caritoan dari dulu. Maafan adiak yo da, kalau ternyata keinginan nan ndak tasampaian ko berpengaruah terhadap sikap adiak samo uda saketek  atau banyaknyo.”
“iyo sayang, ndak baa gai dek uda doh. Sarancaknyo adiak sampaian sajo ka uda dari dulu, baa keputusannyo kan bisa awak rundiangan baduo. Jadi apo kini tu yang mambuek sayang uda ko galau?”
“Dulu sabalun nikah hafalan adiak baru limo juz, sampai kini masih limo juz juo baru. Adiak nio nambah hafalan, adiak nio mondok baliak. Tapi kalau adiak mondok, sia nan ka maurus rumah wak? Itu yang mambuek adiak galau da. Pas uda kecekan uda ka pai ka lua, adiak nio manyampaian pulo, baa kalo samantaro uda pai ka lua ko adiak masuak pesantren baliak? Kini ko kan lah ado program tahfidz quran nan 40 hari, tapi indak jadi lo adiak sampaian doh. Antahlah, ndak abeh se nan kadikakok lai, a tu lah, maafan adiak yo uda?”
“Sayaang, kok itu nan adiak risaukan baa kok indak disampaian se dari dulu. Ndak mungkin kan uda ka malarang-larang sayang uda ka manjadi istri nan shalehah doh kan? Itu kan impian satiok urang di dunia ko. Punyo istri nan shalehah nan ka mambuek bidadari-bidadari sarugo cemburu mancaliaknyo. Kalau memang niaik adiak lillahi ta’ala dan untuk mempersiapkan peradaban islam dengan keturunan-keturunan nan shalih shalihah uda maizinan adiak manunaikan niat tu. Mari kito mambangun peradaban!”
“serius uda, buliah ko? Alhamdulillah : )”
“Iyoo, sayaang. Adiak masih ingek kan At-Taubah ayat  41,"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui". Berangkatlah sayang, berangkatlah walaupun berat bagimu untuk berangkat, maka berangkatlah karena aku telah mengizinkanmu. Mudah-mudahan Allah limpahkan pahala yang besar atas beratmu itu.”
“Oowh~ makasih sayang, kok tiba-tiba percakapan kita pake bahasa indonesia ya?”
*dan kami pun tertawa bersama*
Alhamdulillah, aku melihat kembali pancaran indah dari wajahmu atas kebahagian yang kau rasakan. Ah, kebahagian yang sebenarnya merupakan harapan terbesarku. Kebahagianku atas karunia Allah inilah kebahagian yang mebuat pagi ini semakin hangat.
“Apo sih nan indak untuk adiak sayang..”
“I love you uda sayaang”, Dan aku sudah siap menerima pelukan dan ciuman hangat yang segera mendarat dengan cepat di pipiku saat ini.
“I love you too, sayaang. Yuk kita masak sarapan bareng”
“Yuuk..”,  ‘yuuk’mu terlalu bersemangat hingga menumpahkan cappucino yang tak bersalah di atas meja.
-THE END-
Sebenarnya masih banyak yang ingin dituangkannya dalam lembar putih itu. Namun jarum pendek jam dinding telah menunjukkan jam 8, yang berarti satu jam lagi dia harus masuk kelas. Kemudian diputuskan saja untuk mengetik tulisan –END-  diakhir tulisannya.
Setelah menuangkan cerita itu, tampak berseri-seri mukanya seperti membayangkan sesuatu. Sebuah khayalan ringan saat pagi hari yang terjadi di masa depan. Entah kapan, entah dimana, entah akan bersama siapa? Dia pun tak punya jawaban untuk semua itu. Tetapi harapan itu masih ada, agar Allah tunjuk berikan kepada ketentuan yang terbaik. Walaupun sebenarnya kamu hanyalah ketidakmungkinan yang selalu aku semogakan.
Semoga kamu.

Thursday, August 28, 2014

Catatan Akhir Kuliah (Book Review)

Sebenarnya saya ingin membuat review tentang buku Catatan Akhir Kuliah yang ditulis oleh seorang pria yang bernama Sam. Tapi sebelumnya saya ingin bercerita dulu tentang mengapa saya mau-maunya beli buku ini? Berawal dari perkenalan yang tak disengaja dengan akun @skripsit di twitter saya mengikuti link yang mengarahkan ke sebuah website www.skripsit.com yang memuat berbagai kisah-kisah unik, lucu, sekaligus bisa memotivasi. Hampir seluruh tulisan saya baca, hingga akhirnya saya tinggalkan komentar saya di kotak shoutbox, “bang, tulisannya bagus-bagus! Ayo bikin buku aja, nanti saya beli”, komentar saya waktu itu. Tak lama setelah itu, saya lihat kembali websitenya ternyata komentar shoutbox saya berbalas positif dari pemilik website.Akhirnya dari komentar tersebut membuat saya menyatakan janji, benar-benar akan membeli bukunya kalau memang jadi. Dan janji itu udah gua penuhi, Sam. Gua cuma mau bilang, sebagai lelaki, gua telah menepati janji gua.

Catatan Akhir Kuliah. Pertama kali aku melihatnya di rak-rak buku di Tiserra, aku merasa menemukan apa yang kucari selama ini. Selain cover dengan karakter bergambar pixel yang sangat menarik, sms mama yang ditulis di halaman cover membuatku merasa benar-benar harus memiliki buku itu. “Mohon segera luluskan anak mama, Mama sudah ga punya uang lagi. Mama nggak bisa dihubungi. Mama lagi bimbingan”, begitulah isi sms mama yang membuat ngakak. Saat itu juga aku aku teringat dengan pepatah inggris “dont judge a book from the cover”.  Mungkin jika tak tau pepatah itu pernah ada, aku pasti langsung memutuskan membawanya ke kasir, tak akan pernah membuka buku di tempat dan melihat dulu isinya. Aku emang hebat.

Setelah membaca pengantar, kata sambutan, dan hipotesis pertama aku langsung bisa menarik kesimpulan bahwa tak diragukan lagi bahwa buku ini bagus luar dalam. Mulai dari cover sampai isinya berisi motivasi kuliah serta cara bagaimana kita menertawakan kehidupan (mahasiswa). Bukunya dapat menyebabkan kita termotivasi sekaligus merasa kesal sambil tertawa dalam satu waktu. Pemilihan diksi kata yang unik sering kali membuat kita berfikir dulu sebelum ngakak. Ini membuktikan bahwa lawakan yang dibawakannya adalah lawakan yang cerdas. Sebagai sebuah novel, penulis bisa membuat penggambaran alur cerita runut dari prakuliah sampai pascakuliah. Awalnya kukira buku ini hanya akan menertawakan dan menistakan mahasiswa yang telat lulus, ternyata tidak juga. Paling yang begituan cuma 80 persenan aja. Sama aja. Dan yang paling penting dari semua isi novel adalah pelajaran tentang perjuangan. Perjuangan untuk mendapatkan cinta Kodok, sang gebetan yang (mungkin) menjadi motivasi Si Sam dalam hidup. Penulis mengisahkan secara menarik bagaimana cara memperjuangkan kodok, yaitu dengan langsung menemui orang tuanya. Dan menurutku ini sangat LAKI banget. Begitulah seharusnya laki-laki.

Secara keseluruhan, buku Catatan Akhir Kuliah adalah buku yang bagus yang berisi motivasi yang disampaikan dengan bumbu-bumbu komedi yang ringan dibaca. Rekomendasi banget agar dibaca saat kita kehilangan motivasi untuk kuliah dan lulus kuliah, bagi mahasiswa yang belum lulus. Seharusnya  buku ini menjadi buku pegangan yang wajib dimiliki oleh mahasiswa baru agar tak harus mengulangi kisah hidup menjadi mahasiswa telat lulus. Boleh juga dibagi bagi yang udah lulus kuliah untuk mengenang masa kuliah yang indah ini, dari pada nganggur ga ada kerjaan kan. hehe

Dari semua review yang sudah disampaikan, ada beberapa kritik dan saran yang ingin disampaikan. Walaupun novelnya bagus, namun ada beberapa adegan yang tanggung-tanggung diceritakan. Adegan-adegan itu seharusnya bisa jadi lucu yang bertingkat lucunya tapi jadi nanggung jadi nanggung ketika ditutup dengan kata, “hina sekali mereka”, atau “gua emang hebat” dan lain-lainnya. Adegan bumbu-bumbu cintanya seharusnya juga bisa sangat romantis hingga menyentuh sisi imajinasi pembaca yang perlu di sentuh. Tapi lebih sering nanggung hampir tersentuh dan tak terpuaskan. Menurutku terlalu cepat untuk mengatakan “silakan muntah”, atau apa seharusnya kata-kata itu seharusnya tidak ada saja? Bicara tentang kesan, tentunya sangat berkesanlah ya. Kalau ngga, ngapain saya cape-cape nulis review gini. Walaupun awalnya kukira bukunya bakalan berisi tulisan-tulisan di blog, tapi aku sama sekali ga nyesal setelah membacanya.

Setelah selesai membacanya novel yang mengambil latar belakang kehidupan kampus Si Sam ini, baru saya menyadari bahwa Sam sebenarnya adalah mahasiswa berprestasi. Saya merasa kecewa atas pembohongan publik ini. Kenapa lo harus diwisuda sih? Padahal gua belum. Ahh.. kecewalah.. kecewaa.

Sebenarnya saya punya ide yang akan mengacak-ngacak imajinasi pembaca untuk cerita lanjutannya, tapi saya ga yakin tulisan ini nanti akan dibaca semua kalau terlalu panjang. Kalau tertarik ingin tahu, saya akan sangat terbuka untuk dilobby (boleh tuh dilobby dengan kaos gratis. haha). Sekarang saya lagi aktif juga menulis (khusunya nulis skripsi) mau bikin buku sih sebenarnya, serta  juga sedang berjuang untuk meraih gelar sarjana. Doain ya. Mama udah nge-SMS soalnya. haha

Akhir kata terimakasih banyak telah membaca review buku ini.

Judul: Catatan Akhir Kuliah
Pengarang: Sam Maulana
Penerbit: Lini Remaja Bentang Pustaka, Bentang Belia
Genre: Novel Remaja, Komedi, Motivasi

Bonus foto sendiri setelah membuat review


Wassalam,
@ibnujharkasih

nb: untuk membantu dan mempermudah mengerjakan slide presentasi skripsi, sekarng telah hadir solusi simple untuk kita semua. cekicroot bleeh!!

>>>>
Template Presentasi Skripsi Powerpoint 300x250

Wednesday, August 20, 2014

Status Pesbuk

Saat ini, saya tak sengaja mengklik angka 2012 di timeline pesbuk gue. setelah scroll-scroll terus ke bawah.
ternyataa
ternyatah eh ternyatah..
dulu aku suka banget abded status yang saat ini kalau aku nilai memiliki nilai seni yang sangat mahal,
ah.. tapi itu kan hanya penilaianku sajah, kakak, kalau penilaian kakak berbeda denganku berarti emang bener kalau kita emang ga ditakdirkan untuk berjodoh, terimalah itu :D

tanpa memperpanjang mukadimah, aye cuma pengen postingin gambar ini aja kok ye. yo nan kalamak diden lah kok ka manganyo den, tu baa lo diang? haha.








salam cinta.. muaach muach,,, muachhhhh (2000 kali)

terakhir ini bonus, hati-hati mengandung unsur modus. hehe. becandaan cerdas, but it's just for fun at all. :D